Ya
kupanggil dia Putri
perempuan yang memanggul keranda
di jalanan sunyi tanpa alas kaki
resahnya adalah geliat
meminta 2,3 bahkan ratusan nyawa
ia tawan tangis pada setiap perempatan
“untuk ulahmu” katanya lirih
kupanggil dia Putri
perempuan yang memanggul keranda
di jalanan sunyi tanpa alas kaki
resahnya adalah geliat
meminta 2,3 bahkan ratusan nyawa
ia tawan tangis pada setiap perempatan
“untuk ulahmu” katanya lirih
