Free Monkey ani Cursors at www.totallyfreecursors.com
Tengku Marni Adriyah

Sabtu, 19 September 2020

EKSISTENSI “TAMIANG PANDE” DALAM MENGAMPAYEKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI KABUPATEN ACEH TAMIANG

 

 

EKSISTENSI “TAMIANG PANDE” DALAM MENGAMPAYEKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI KABUPATEN ACEH TAMIANG

Tengku Marni Adriyah

Email : tengkumarni25@gmail.com

 

Pendahuluan

Covid-19, pandemi yang menghampiri tanah air kita telah mendorong kita menuju perubahan besar. Revolusi 4.0 yang begitu kuat gaungnya, selama ini sering tertunda implementasinya dengan berbagai alasan, keterbatasan dan rintangan. Tapi pandemi ini membuktikan, bahwa setiap bencana, pasti ada hikmah di dalamnya. Seketika seluruh elemen masyarakat tertatih-tatih untuk mengenal, memahami, dan mengimplementasikan revolusi 4.0 dengan cara, sudut pandang, dan kemampuan. Pembelajaran dan pekerjaan yang memanfaatkan perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi merupakan hal yang selama ini cuma didengar, dibaca, dan diangankan sebagai masyarakat  yang  tinggal jauh dari Ibukota Provinsi, kini menjadi rutinitas sehari-hari. Gawai dan televisi sebelumnya dijauhkan dari anak-anak, karena dianggap memberikan efek buruk pada cara pandang dan perilaku anak. Hal ini disebabkan kasus kejahatan di Indonesia yang melibatkan anak sebagai pelaku ataupun korban, sering kali “meniru tontonan” di gawai sebagai alasan kejahatannya.  

Pembahasan

    Pendidikan karakter, dua kata yang tercantum dalam Perpres No 87 Tahun 2017 yang terdapat pada Pasal 1 Ayat 1 diharapkan menjadi solusi menurunnya kualitas moral generasi muda Indonesia yang dianggap terpapar perkembangan teknologi dan informasi. Penguatan Pendidikan karakter adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetis), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestesis) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. 

Meski pandemi ini belum berujung, tetapi pendidikan  karakter jangan tidak kita acuhkan. Kondisi saat ini menjadi peluang bagi pemerintah, tenaga pendidik, dan seluruh pihak terkait untuk mengampanyekan, memberi contoh, dan menyelipkan nilai-nilai karakter melalui saluran komunikasi sosial yang akrab dengan anak-anak. Aceh Tamiang merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Menghadapi pandemi ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi, membuat gebrakan dalam dunia pendidikan dengan menyediakan aplikasi layanan  “Tamiang Pande”. Pande dalam bahasa Aceh Tamiang memiliki arti “pintar”. Aplikasi ini merupakan layanan aplikasi yang berisi video pembelajaran karya para tenaga pendidik di Aceh Tamiang. Pembuatan video pembelajaran disertai pendidikan karakter, kearifan lokal dan model perilaku.

“Tamiang Pande” menjadi peluang besar bagi para pendidik dalam mengampanyekan pendidikan karakter sekaligus menjadikan pendidik sebagai model perilaku. Mengubah cara pandang dan perilaku anak, serta menguatkan karakter baik yang pada dasarnya telah bersemayam di dalam diri anak, bukan hanya tugas pendidik sebagai garda terdepan dalam pendidikan formal, tetapi harus dibantu oleh kerja sama semua pihak.

Ing Ngarso Sung Tulodho, kalimat yang bermakna “dari depan memberikan teladan”  menjadi alarm agar senantiasa menjaga pikiran, hati, perkataan, dan perilaku kita. Sebab setiap guru dan orang tua, harus menjadi model perilaku bagi anak-anaknya. Tanamkan strategi sadar, paham, gabung, dan lakukan menjadi langkah awal perubahan cara pandang dan perilaku anak. 

 

Penutup

Aplikasi layanan “Tamiang Pande” menjadi sebuah media alternatif pendidikan karakter untuk membentuk pelajar Pancasila.

Sabtu, 13 Juni 2020

“Training of Trainer Guru Inovatif Angkatan 2020” Provinsi Aceh

Saatnya Guru Indonesia Berinovasi

Anda Guru? Mari bersiap-siap berinovasi dalam program “Training of Trainer Guru Inovatif Angkatan 2020”

Yang diselenggarakan Microsoft Innovative Educator Fellow dan Microsoft Indonesia
Pertama sekali mendaftar program ini, saya masih bertanya-tanya apa itu microsoft 365?  Fungsinya? kelebihannya? bagaimana memperoleh dan cara menggunakannya? Dan apakah manfaatnya pada saat kebijakan “Belajar dari Rumah” diberlakukan di Negara kita.
Aih pembaca, setelah mengikuti webinar pertama yang diikuti teman-teman se Indonesia, saya merasa bersyukur sudah mendaftar di program Training of Trainer Guru Inovatif Angkatan 2020”ini.
Revolusi 4.0 yang selama ini sering kita dengar gaungnya di berbagai bidang,termasuk bidang pendidikan,benar-benar harus kita terapkan dalam kegiatan pembelajaran kita. Akh, ternyata virus mungil bernama Covid-19 ini memiliki efek positif terhadap pengunaan teknologi dan pemanfaatan informasi komunikasi.
Tambahkan teks
Melalui tekonologi microsoft kita belajar dan mengajar menjadi guru yang inovatif, dan tentunya akan membimbing peserta didik menjadi kreatif.
Syarat Kelulusan Peserta “Training of Trainer Guru Inovatif Angkatan 2020” Provinsi Aceh Di bawah bimbangan Pak Khairuddin:
1.       Hadir di semua webinar, mengisi survey dan me-redeem kode yang diberikan untuk menambah poin dan portofolio Bapak/Ibu.
2.     Mengerjakan tugas praktek, antara lain:
a.    Membuat teams/kelas.
b.    Membuat form dan kuis menggunakan Microsoft Forms
c.      Membuat sebuah Digital Storytelling menggunakan Microsoft Sway
d.    Membuat bahan ajar interaktif  (ppt, doc, dan lainnya)
e.     Batas pengumpulan tugas praktik ini adalah 14 Juni 2020
3.     Mengerjakan sesi belajar mandiri di Microsoft Education Community, dikerjakan sampai 14 Juni 2020
4.    Diseminasi ke rekan kerja atau komunitas lainnya sekurang-kurangnya 20 orang di bulan Juli.

Doakan kami peserta TOT Provinsi Aceh Lulus semua  dan mendapatkan serttifikat trainer dari microsoft.